Jumat, 22 Februari 2013

tak ada yang lebih indah kecuali rencana Allah


     kurasakan angin meniup lembut jilbab lebarku,tak terasa sudah satu bulan ini aku memakainya kemanapun aku pergi.terkadang sangat terasa gerah ketika aku memakainya.inilah aku yang dahulu selalu bangga dengan auratku yang terbuka.namun sekarang,jangankan membuka aurat,sehelai rambut saja keluar dari jilbab indahku ini aku langsung sibuk untuk berusaha merapikannya.alhamdulillah,Allah masih menunjukkan kasih sayangNya untuk aku hingga detik ini.Allah yang telah membuka pintu hatiku untuk mengikuti jalan yang diridhaiNya.dengan tekad yang begitu besar,dan mengucap bismillah akhirnya aku memakai jilbab lebar ini.
   Begitu banyak ilmu tentang islam yang banyak aku lalaikan,hingga akhirnya aku memulai belajar kembali dari nol.Subhanallah,indahnya ilmu yang satu ini,semua aspek kupelajari,walaupun hanya dengan bermodal al-quran.namun,tidak sampai disini saja keingintahuanku tentang islam.masih ada satu keinginan lagi yang ingin aku wujudkan.mempunyai teman akhwat agar aku bisa saling bertanya dan berbagi dengan mereka.saking menggebunya dengan keinginanku yang satu ini,hingga kutuliskan keinginanku ini dalam selembar kertas.
       kujalani aktivitas kampusku seperti biasa,walau ada yang berubah dengan penampilanku kini.Namun aku sangat menikmatinya.kulangkahkan kakiku dengan mantap menuju kelas.suasana kelas ternyata sudah cukup ramai,kulayangkan pandanganku untuk mencari teman-temanku di dalam.dan akupun duduk diantara mereka,pandangan mereka seolah menganggapku aneh dengan penampilanku kali ini.
 "ada yang salah?"tanyaku
 "kayaknya ada yang aneh aja sama kamu"jawab temanku
 "kalau aku lihat dari caramu berjilbab,aneh banget"
 "kenapa?besar ya fin jilbabku?"
 "terlalu besar malah,kamu gak salah masuk universitas kan?ini bukan universitas islam lho"
 "nggak salah kok,dan aku juga tau kalau ini bukan universitas islam,justru karena ini universitas umum,berarti nggak salah kan kalau pakai jilbab besar?"
 "tapi jangan terlalu besar deh,kayaknya kelihatan fanatik banget"
  "nggak apa-apa aku lebih suka seperti ini"
ternyata seperti itulah teman-temanku menanggapinya.tapi aku tak pernah peduli dengan cemoohan mereka,karena bagiku ini adalah untuk kebaikanku sendiri.tiba-tiba aku teringat kembali dengan keinginanku yang aku tulis .sudah tidak sabar aku ingin merasakan mempunyai teman akhwat.terkadang jika melihat para akhwat berlalu lalang di hadapanku,ingin sekali rasanya untuk mengenalnya.tapi,nyaliku hanya secuil,tak ada sedikitpun keberanianku untuk mendekati mereka.
      dua minggu aku jalani hari-hari baruku dengan jilbab.ketika aku berada di suatu ruangan,ada seorang akhwat yang menghampiri aku dan tersenyum padaku.aku heran dengan akhwat itu karena aku merasa tidak mengenalnya.akhirnya aku diamkan,karena aku pikir mungkin akhwat itu sedang tersenyum dengan yang temannya yang lain.tapi ternyata tidak sampai itu saja,dia justru malah menghampiriku.aku semakin bingung dengan tingkahnya,ternyata dia memang sengaja tersenyum padaku.dan dia mengulurkan tangannya dan menjabat tanganku.subhanallah,teduh sekali wajahnya.
  "assalamualaikum warahmatullah,saya jannah"
  "waalaikumsalam warahmatullah,saya ginfa"
  "senang berkenalan denganmu,semoga pertemanan kita bisa manfaat ya untuk kedepan"
  "iya,amiin"
dan saat itulah jannah menjadi teman akhwat pertamaku.akhirnya keinginanku untuk mempunyai teman akhwat terwujud.
       semenjak perkenalan aku dengannya.kami menjadi teman yang sangat akrab.nyaman sekali rasanya aku berteman dengannya.setiap kali kami berpapasan,selalu kami sempatkan untuk mengobrol sebentar.dan tekadku untuk mempertahankan jilbabku juga makin bulat.sering sekali aku menghampiri tempat kosnya untuk bertukar ilmu tentang islam dan terkadang bercerita tentang pengalaman pribadi kami masing-masing.dan ternyata ketika kami saling menceritakan diri kami masing-masing.ada satu cerita yang sampai sekarang masih aku ingat hingga sekarang.yaitu ketika dia bercerita bahwa dulunya diapun juga bukan seorang akhwat.
        dari cerita itulah akhirnya akupun dengan perasaan takut juga menceritakan diriku dimasa lalu.ternyata dia justru senang dengan ceritaku itu,hubungan pertemanan kami malah semakin dekat.dengan latar belakang yang sama itulah,kami saling memotivasi untuk selalu tetap pada tekad kami untuk menjadi lebih baik.ketika di antara kami menghadapi masalah,kami saling memberi semangat.bahkan ketika di kampus kami ada acara keagamaan kami saling mengingatkan agar mengikuti kegiatan tersebut.
        kini hari-hariku semakin banyak aku habiskan dengan teman akhwat pertamaku itu.kami saling meminjam buku-buku islami,bertukar pikiran dan berdiskusi tentang keagamaan.dan karena dialah aku semakin terbuka dengan islam.dia memberiku ilmu,memberikan buku kecil tentang dzikir yang sampai sekarang sudah berkali-kali aku baca.dan tiap kali aku melihat wajahnya,selalu hatiku menjadi tenang dan nyaman.aku sangat merasa bersyukur karena Allah telah mempertemukan aku dengannya.saat itu juga aku sangat peduli dengan temanku itu.dan untuk pertama kalinya aku mempunyai teman yang mau menerima kekuranganku dan paling setia denganku.terkadang jika sehari saja  aku tidak bertemu dengannya,serasa ada yang kurang.
        semakin lama,semakin banyak pula aku mengikuti kegiatan keagamaan,justru semakin bertambah pula teman akhwatku.alhamdulillah,Allah ternyata menghendaki aku untuk berteman dengan akhwat sebanyak-banyaknya.dan semakin banyak pula ilmu yang aku dapatkan dari mereka.namun,dari sekian banyak teman akhwatku,hanya ada satu yang sampai sekarang selalu membimbingku yaitu teman akhwat pertamaku berparas teduh.memang,Allah selalu mempunyai rencana yang lebih indah dari rencanaku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar